Korban diketahui mengalami hipotermia (kondisi tubuh menurun akibat kedinginan) saat turun dari puncak Gunung Lawu
|
| Evakuasi pendaki Gunung Lawu yang mengalami kelelahan (Foto:Ist) |
KARANGANYAR - Pendaki Gunung Lawu, Bintang (17), warga Jagalan, Solo berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dalam keadaan selamat, Selasa (22/6/2021). Korban diketahui mengalami hipotermia (kondisi tubuh menurun akibat kedinginan) saat turun dari puncak Gunung Lawu.
Informasi yang berhasil dihimpun skala.id, Bintang turun dari puncak pukul 22.00 WIB. Sesampainya di pos pendakian 3, sekira pukul 01.00 WIB dini hari, Bintang dan rekan pendaki lainnya bernama Adyuta, beristirahat sejenak.
Saat istirahat itulah Adyuta melihat temannya, bintang, menggigil kedinginan. Bahkan Bintang sempat tak sadarkan diri. Untungnya, Bintang kembali sadar, meskipun sedikit mengalami linglung.
Melihat kondisi temannya itu Adyuta mengambil inisiatif cepat turun ke bacecamp untuk melaporkan kondisi yang dialami rekannya itu.
Salah satu relawan SAR Arif Sukro Yulianto mengatakan begitu mendapatkan laporan adannya Survivor yang mengalami hipotermia di pos pendakian 3, pihaknya bersama tim evakuasi lain, diantaranya Febrian Kurnia Putra, Muhammad Jamaludin, Muhammad Nasir, Vikri Cahyo Nugroho langsung bergerak cepat naik ke pos pendakian 3.
"Sebelumnya rekan-rekan AGL sudah mengevakuasi korban dari pos 3 ke pos 2. Jadi pagi tadi divakuiasi dari pos 2 ke basecamp," papar Arif saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (22/6/2021).
Arif mengatakan selain kondisi korban yang sempat tak sadarkan diri, korban tidak bisa berjalan sendirian sehingga korban terpaksa ditandu sampai ke basecamp (pos awal pendakian).
"Evakuasi yang melibatkan AGL, SAR Karnganyar, Bareta Solo, MDMC. Ini memakan waktu selama 1 jam. Begitu sampai di Base camp, korban langsung dibawa ke puskesmas Tawangmangu," terangnya.
"Dan saat ini kondisi korban sudah mau makan, meski sedikit," imbuhnya.
Menurut Arif, kejadian yang alami oleh korban diduga karena faktor kelelahan. Ditambah kondisi fisiknya menurun karena jalur pendakian terjal, dan hujan yang terus turun mengguyur menambah beban para pendaki semakin berat.
Korban mendaki bersama 9 orang pendaki lainnya. Mereka naik ke puncak Gunung Lawu pada hari Minggu dan berenana turun pada hari Senin, kemari. "Rombongan pendaki berjumlah 9 orang. Naik hari Minggu rencana turun Senin," pungkasnya. (Ade)
