Panitia pelaksanaan kegiatan ibadah diwajibkan untuk membatasi jamaah maksimal 50 persen dari kapasitas tempat, mengecek suhu tubuh jamaah, serta memastikan jamaah membawa perlengkapan shalat sendiri, menjaga jarak, dan memakai masker selama kegiatan ibadah
|
| Kementerian Agama ijinkan pelaksanaan sholat id tak hanya di Masjid atau Mushola, tapi dilapangan juga (Foto: meredeka) |
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi mengizinkan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1442 Hijriah digelar tak hanya di masjid atau mushala. Namun bisa juga dilaksanakan di lapangan baik di daerah yang berada di luar zona merah dan oranye, zona risiko penularan COVID-19 tinggi maupun sedang.
Menteri Agama sudah mengeluarkan surat edaran mengenai panduan pelaksanaan ibadah Idul Adha pada masa pandemi COVID-19.
Surat edaran yang dikeluakan Menteri Agama menyangkut panduan pelaksanaan ibadah Idul Adha di masa Pandemi Covid-19 ini ditujukan pada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, Kepala Kantor Urusan Agama, pemimpin organisasi Islam, pengurus masjid dan musala, panitia peringatan hari besar Islam, serta warga Muslim.
Baca Juga: Kabar Gembira! Bupati Karanganyar Ijinkan Sholat Id di Lapangan, Asal
Dalam surat edaran tersebut, Menteri Agama meminta pelaksanaan Shalat Idul Adha di luar zona merah dan oranye tetap berpedoman terhadap protokol kesehatan.
Dimana, panitia pelaksanaan kegiatan ibadah diwajibkan untuk membatasi jamaah maksimal 50 persen dari kapasitas tempat, mengecek suhu tubuh jamaah, serta memastikan jamaah membawa perlengkapan shalat sendiri, menjaga jarak, dan memakai masker selama kegiatan ibadah.
Sedangkan untuk warga berusia lanjut atau dalam kondisi kurang sehat dan baru sembuh dari sakit atau baru pulang dari perjalanan, dalam surat edaran itu tidak diperbolehkan melaksanakan Shalat Idul Adha di lapangan terbuka atau masjid atau musala.
Khatib juga harus memakai masker dan pelindung wajah saat menyampaikan khutbah dan membatasi durasi khutbah paling lama 15 menit.
Setelah pelaksanaan ibadah Idul Adha, jamaah diminta kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.
Takbiran boleh dilaksanakan di semua masjid dan mushala dengan peserta terbatas, maksimal 10 persen dari kapasitas ruang. (Ian)
