Bupati Karanganyar Juliyatmono "Curhat" angka Covid diwilayahnya terus merangkak naik
|
| Bupati sebut ketersediaan tempat tidur sangat dibutuhkan agar tidak terjadi kepanikan karena banyak pasien yang tertahan di ruang ICU (Foto: Bram/skala.id) |
KARANGANYAR - Bupati Karanganyar Juliyatmono "Curhat" angka Covid diwilayahnya terus merangkak naik.
Bahkan, dihadapan Kepala Daerah se Soloraya, saat bersilahturahmi dengan Danrem 074/Warastratama, Juliyatmono menyebut, saat ini penyebaran virus Corona sudah pada titik alamiah.
Dimana pada titik ini sangat sulit sekali untuk dirumuskan. Karena dititik ini, alamlah yang lebih mendominan berbicara.
"Corona ini sudah sampai titik alamiah yang agak sulit dirumuskan dengan cara apapun. Ini harus kita pahami dulu. Ini alam yang berbicara, dengan cara apapun sudah optimal kita berusaha dengan keras,"papar Juliyatmono di Makorem 074/Warastratama, Solo, Kamis (24/6/2021).
Menurut Juli, melihat lonjakan paparan Covid belakangan ini, menunjukan bila penyebaran virus mematikan ini sudah tidak bisa lagi menggunakan estimasi sederhana.
"Paling hanya 3-6 bulan selesai. Ini lonjakan kecil. Tahu -tahu (penyebaran) ini sudah membabi buta dan sulit untuk diprediksi dengan cara apapun," terangnya.
Melihat penyebaran virus Corona yang sudah berada dititik alamiah, yang harus diperhatikan, ungkap Juliyatmono, adalah menyiapkan tempat tidur pasien yang sakit.
"Tapi jika pasien sakit dia antri di ICU karena tidak punya tempat tidur, maka akan jadi heboh dan viral. Karena akan banyak yang terlantar dan tidak terurus karena ketidak ketersediaan tempat tidur, karena hampir semua tempat tidur sudah 100 persen terisi tidak terurus, padahal sudah megap-megap, karena tidak ada oksigen ini yang akan menganggu kepanikan publik saat ini," jelasnya.
Menurut Juliyatmono, pihaknya sudah memerintahkan rumah sakit diwilayahnya untuk menyediakan bangsal apapun. Langkah ini dilakukan agar pasien Covid cepat ditangani dan tidak sampai pasien tertahan di ruang ICU.
"Kami sudah perintahkan rumah sakit di wilayah saya untuk membuka bangsal apapun. Ini diambil agar jangan sampai pasien bergerombol di ruang ICU dan sampai tidak tertangani baik. Kalau hanya batuk kecil, covid dirumah saja," ujarnya.
"Pak Kades harus disiplin supaya mereka diawasi dirumah melalui PPKM mikro," pungkasnya. (Ade)
